Pemerintahan

Siswa SD di Pinrang Alami Ginjal Bocor-Trauma Sekolah Ngaku Karena Dibanting Anak Polisi

×

Siswa SD di Pinrang Alami Ginjal Bocor-Trauma Sekolah Ngaku Karena Dibanting Anak Polisi

Sebarkan artikel ini

Pinrang — Seorang siswa SD berusia 7 tahun di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penganiayaan oleh teman sekelasnya hingga mengalami luka serius dan tidak masuk sekolah selama hampir empat bulan.

Orang tua korban, Fadhilah, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada 28 Juli di SDIT Al Insan. Saat itu, guru meminta anaknya memanggil pelaku masuk ke kelas, namun pelaku justru diduga membanting korban di samping ruang kelas. Pihak sekolah yang mengetahui kejadian itu disebut tidak melaporkan kepada orang tua.

Fadhilah baru mengetahui kejadian setelah melihat anaknya kesakitan dan berubah pendiam. Ia kemudian membawa anaknya ke RS Lasinrang dan selanjutnya dirujuk ke RS Unhas Makassar. Korban mengalami pembengkakan pada leher dan kebocoran ginjal sehingga harus menjalani kontrol rutin ke Makassar.

Pelaku disebut merupakan anak dari seorang anggota kepolisian di Sidrap. Orang tua pelaku sempat ditemui setelah kejadian. Menurut guru, pelaku dikenal sering berperilaku nakal.

Fadhilah mengaku kecewa karena pihak sekolah terkesan lepas tangan dan tidak menunjukkan empati, bahkan sempat menyebut bahwa anaknya sudah memiliki riwayat sakit, yang ia bantah.

Upaya mediasi pernah dilakukan di kantor kelurahan bersama pihak sekolah, yayasan, dan Bhabinkamtibmas. Saat itu, sekolah berjanji akan mengeluarkan pelaku sesuai permintaan keluarga korban. Namun hingga sebulan berlalu, janji itu tidak ditepati dan persoalan belum menemukan penyelesaian.

Korban kini masih trauma dan menolak kembali ke sekolah karena takut bertemu pelaku.

Baca juga :  Pemkab Pinrang Gelar Klinik Ramadan, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Antarinstansi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *