Pemerintahan

Kontingen Sulsel Meriahkan PENAS Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

×

Kontingen Sulsel Meriahkan PENAS Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Sebarkan artikel ini

GORONTALO – Kontingen Provinsi Sulawesi Selatan turut ambil bagian dalam gelaran **** yang berlangsung di Kompleks GOR David-Tonny, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada 20–25 Juni 2026.

Kegiatan nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku sektor agraria serta maritim dari seluruh Indonesia tersebut secara resmi dibuka oleh Gibran Rakabuming Raka. Acara pembukaan juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, jajaran Forkopimda dari berbagai daerah, termasuk Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi.

Kehadiran kontingen Sulawesi Selatan menjadi salah satu daya tarik dalam pameran daerah karena membawa berbagai komoditas unggulan dan produk premium yang mencerminkan kekayaan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan dari jazirah selatan Sulawesi.

Kontingen Sulsel merupakan kolaborasi multisektoral yang melibatkan petani, nelayan, pengurus KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), penyuluh pertanian, petani milenial, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait.

Selain menampilkan produk unggulan seperti beras, jagung, kopi, kakao, dan beragam produk olahan hortikultura, kontingen Sulsel juga mengikuti sejumlah agenda utama PENAS. Di antaranya Rembug Utama KTNA, temu wicara teknologi pertanian, hingga berbagai kegiatan asah terampil yang menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman antarpetani serta nelayan dari seluruh Indonesia.

Partisipasi Sulawesi Selatan dalam PENAS 2026 tidak hanya sebagai ajang promosi potensi daerah, tetapi juga menjadi kesempatan strategis untuk menyerap inovasi dan teknologi pertanian terbaru guna memperkuat produktivitas sektor pertanian serta mempertahankan posisi Sulsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Selama mengikuti kegiatan di Gorontalo, para peserta dari Sulawesi Selatan menempati pemondokan yang disiapkan di rumah-rumah warga sekitar lokasi kegiatan. Pola pemondokan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan semangat persaudaraan antar peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga :  Disdikbud Pinrang Gelar Sosialisasi Persiapan Asesmen Nasional 2025 untuk Proktor SD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *