PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang meminta setiap kecamatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem, khususnya kebakaran dan kekeringan. Setiap kecamatan diarahkan memiliki posko kesiapsiagaan sebagai pusat informasi dan koordinasi penanganan kondisi darurat.
Arahan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si. saat memimpin rapat koordinasi bersama kepala perangkat daerah terkait dan seluruh camat se-Kabupaten Pinrang, Kamis (24/9). Menurutnya, kesiapan di tingkat kecamatan penting agar pemerintah dapat merespons laporan masyarakat dengan lebih cepat.
Sudirman mengatakan posko tidak boleh sekadar menjadi tempat berkumpulnya petugas. Posko harus memastikan setiap laporan masyarakat diterima, informasi kondisi wilayah dihimpun secara berkala dan tindak lanjut dapat segera dilakukan.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasa terlindungi, mengetahui harus melapor ke mana ketika terjadi persoalan, dan pemerintah dapat bergerak lebih cepat. Dengan koordinasi yang baik, potensi dampak bencana dapat ditekan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ujar Sudirman.
Selain membangun sistem koordinasi melalui posko, Sudirman meminta para camat aktif berada di tengah masyarakat. Edukasi di ruang-ruang publik dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memberikan pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat.
Menurutnya, informasi dari tingkat kecamatan juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah pemerintah daerah. Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin, potensi persoalan di lapangan diharapkan dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih luas.
Penguatan kesiapsiagaan tersebut melibatkan pemerintah daerah, kecamatan, perangkat teknis dan masyarakat. Sinergi antarunsur diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan saat menghadapi dampak cuaca ekstrem.












