ENREKANG — Pemerintah Kabupaten Enrekang meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan, kelangkaan air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga meminta masyarakat menghemat penggunaan air sekaligus tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.
Imbauan tersebut disampaikan Yusuf melalui edaran kepada masyarakat serta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa. Camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat diminta ikut menyampaikan pesan kewaspadaan kepada warga di wilayah masing-masing.
“Kita menghimbau dan mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik lahan perkebunan, padang gembalaan maupun hutan,” kata Yusuf Ritangnga.
Yusuf mengingatkan kondisi kemarau membuat lahan dan lingkungan lebih mudah terbakar sehingga aktivitas pembakaran dapat meningkatkan risiko karhutla. Di sisi lain, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.
Kewaspadaan terhadap karhutla juga diperkuat dengan pemetaan 72 titik yang dinilai rawan kebakaran di Kabupaten Enrekang. Polres Enrekang bersama pemerintah daerah dan unsur terkait kemudian memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Pemkab Enrekang juga melakukan langkah antisipasi terhadap kekeringan di sektor pertanian. Salah satunya melalui bantuan pompa air untuk kelompok tani yang lahannya terancam kekeringan.












