ENREKANG — Pemerintah Kabupaten Enrekang menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 5. Program tersebut resmi dibuka Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga.
Pelatihan dilaksanakan selama 20 hari dengan setiap kelas berisi 16 peserta. Peserta dibekali keterampilan praktis yang diharapkan dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun dikembangkan menjadi usaha mandiri.
Kepala BPVP Pangkep Ashari Arifuddin mengatakan pihaknya menyiapkan 60 paket pelatihan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan peserta dan kebutuhan kompetensi di lapangan.
“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha mandiri,” ujar Ashari.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kopumkmnakertrans) Enrekang, Hasbar, mengatakan pelatihan berbasis kompetensi menjadi salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tidak hanya membuka peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mendorong lahirnya lapangan kerja melalui usaha mandiri.
“Peningkatan kompetensi tenaga kerja juga berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Masyarakat yang memiliki keterampilan dan kompetensi lebih baik akan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi Enrekang Sejahtera untuk Semua.
Sementara itu, Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga mengatakan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja membuat peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut kita untuk memiliki sumber daya manusia yang kompeten, produktif, inovatif, adaptif dan memiliki daya saing,” ujarnya.












