ENREKANG — Festival Budaya Kaluppini 2026 kembali digelar sebagai ruang pelestarian tradisi sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Festival tahunan tersebut resmi dibuka di Lapangan Kaluppini, Kecamatan Enrekang, Senin (3/8/2026), dan dihadiri ribuan warga.
Pembukaan festival ditandai dengan pawai adat masyarakat Kaluppini yang mengenakan pakaian tradisional serta membawa berbagai perlengkapan adat. Sejumlah atraksi seperti Mappadendang, lantunan Pepasan Tojolo, permainan bambu tradisional hingga Passajo turut ditampilkan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Enrekang Andi Faisal mengatakan pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan pelestarian budaya. Menurutnya, festival budaya juga dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Festival budaya seperti ini memiliki nilai strategis karena tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu menarik kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang Erik, S.IP., M.M. berharap Festival Budaya Kaluppini dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Festival tersebut diharapkan membuat generasi penerus tetap mengenal, memahami dan mencintai budaya daerahnya.
Kepala Desa Kaluppini Muh. Salata mengatakan festival tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh masyarakat, terutama para pemuda yang terlibat dalam kepanitiaan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi leluhur.
“Festival ini menjadi milik seluruh masyarakat Kaluppini. Kami mengapresiasi kerja keras panitia, para pemuda, pemerintah daerah, dan seluruh warga yang bersama-sama menjaga serta melestarikan budaya warisan leluhur,” ujarnya.










