Pemerintahan

Wabup Pinrang Minta Pelajar Jadi Pengawal Pembangunan yang Kritis dan Santun

×

Wabup Pinrang Minta Pelajar Jadi Pengawal Pembangunan yang Kritis dan Santun

Sebarkan artikel ini

PINRANG — Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., meminta pelajar mengambil peran dalam mengawal pembangunan daerah dengan tetap mengedepankan etika dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, sikap kritis dari generasi muda diperlukan untuk memberi masukan sekaligus mendorong pemerintah melakukan perbaikan.

Hal itu disampaikan Sudirman saat menghadiri Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Sulawesi Selatan di Indoor Kantor Bupati Pinrang, Jumat (10/7). Ia menilai organisasi pelajar dapat menjadi wadah untuk melatih kader dalam berdialog, menyampaikan gagasan, serta memahami berbagai persoalan di masyarakat.

Sudirman mengatakan kritik tidak harus disampaikan dengan cara yang berpotensi menimbulkan konflik. Menurutnya, tradisi dialog yang santun justru menunjukkan kematangan organisasi dalam mengolah perbedaan menjadi gagasan dan solusi.

“Saya mengapresiasi IPM yang selama ini mampu membangun tradisi dialog yang santun dan konstruktif. Cara seperti ini menunjukkan bahwa pelajar memiliki kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” kata Sudirman.

Ia juga menilai IPM memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap persoalan daerah. Organisasi pelajar dinilai dapat menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk memahami proses pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu, Sudirman berharap kader IPM tidak kehilangan keberanian untuk bersikap kritis terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Namun, setiap kritik dan masukan diminta tetap disampaikan secara santun serta mengedepankan semangat kebersamaan.

“Teruslah menjadi pelajar yang kritis, tetapi tetap santun. Kritik yang disampaikan dengan baik akan menjadi energi positif bagi pemerintah untuk terus melakukan perbaikan demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sudirman menambahkan, kontribusi pelajar tidak selalu harus diwujudkan melalui posisi formal dalam pemerintahan. Gagasan, kepedulian, dan kemampuan menyampaikan aspirasi secara konstruktif juga menjadi bagian dari kontribusi generasi muda terhadap pembangunan daerah.

Baca juga :  Pj. Bupati Sidrap Paparkan Prioritas Pembangunan APBD 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *