Pinrang — Sudah dua hari berturut-turut, sejumlah siswa di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, gagal ke sekolah. Jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah putus dan hanyut tersapu banjir.
Sejak itu, langkah mereka menuju ruang belajar ikut terhenti. Di dua desa yang dipisahkan aliran sungai itu, para siswa biasanya menyeberangi jembatan darurat untuk sampai ke SMKN 5 Pinrang.
Ketika hujan deras mengguyur dan air meluap, jembatan itu tak mampu bertahan. Kini hanya tersisa rangka papan patah yang tergeletak di pinggir sungai, menjadi pengingat bahwa perjalanan mereka ke sekolah untuk sementara terputus.
“Hari ini ada 10 siswa kelas X dan XI yang tidak bisa ke sekolah, sama seperti kemarin. Mereka terhalang jembatan yang putus,” kata Kepala SMKN 5 Pinrang, Munir Amir, Jumat (31/10/2025).
Munir memahami betul kondisi yang dihadapi siswanya. Ia tidak sanggup memaksa mereka untuk berjalan kaki memutar. Jarak rumah ke sekolah mencapai kurang lebih 20 kilometer—terlalu jauh bagi pelajar yang setiap hari harus membawa buku, tas berat, dan kadang harus berangkat pagi sebelum terang.
“Kalau jalan kaki, jauh sekali. Kurang lebih 20 km dari sekolah,” ujarnya.
Munir berharap proses pembangunan jembatan darurat bisa segera diselesaikan. Ia ingin melihat anak-anak kembali menyeberangi sungai dengan aman dan hadir lagi di sekolah sebagaimana biasanya.
“Kita berharap jembatan darurat bisa diperbaiki agar anak-anak bisa ke sekolah lagi,” ucapnya.
Sebelumnya, jembatan darurat itu hanyut setelah banjir menerjang wilayah tersebut. Para siswa sempat merekam kondisi jembatan yang terputus dan mengirimkannya kepada pihak sekolah.
“Iya, itu video dari siswa kami. Dia kirim saat jembatan darurat sudah terputus,” kata Munir, Kamis (30/10).
Kini, para siswa hanya bisa menunggu. Menunggu hujan reda, menunggu jembatan kembali berdiri, dan menunggu kesempatan untuk kembali duduk di bangku sekolah mengejar cita-cita mereka. Di tengah derasnya banjir yang menghanyutkan jembatan, semangat mereka untuk belajar semoga tidak ikut hanyut.












