PINRANG — Sebanyak 50 guru UPT SMAN 7 Pinrang mengikuti pelatihan guru yang digelar di lingkungan sekolah, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pembelajaran.
Pelatihan dimulai pukul 09.00 Wita dan dibuka langsung Kepala UPT SMAN 7 Pinrang. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya guru terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Guru tidak boleh berhenti belajar. Dunia pendidikan terus berubah, peserta didik terus berkembang, dan teknologi bergerak begitu cepat. Karena itu, guru harus hadir sebagai pembelajar sepanjang hayat—guru yang mau berubah, berani mencoba hal baru, dan mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna,” ujarnya.

Menurutnya, guru yang hebat tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran. Guru juga harus mampu memahami karakter dan kebutuhan peserta didik serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman.
“Saya berharap pelatihan ini tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan, tetapi benar-benar melahirkan perubahan dalam praktik pembelajaran. Mari kita jadikan setiap ruang kelas sebagai ruang tumbuh, tempat peserta didik merasa dihargai, didengar, dibimbing, dan diberi kesempatan untuk berkembang,” katanya.
Guru Didorong Manfaatkan Teknologi
Materi pelatihan disampaikan Pengawas Bina UPT SMAN 7 Pinrang, Dra. Darna, M.M. Ia mengangkat tema “Transformasi Guru Inovatif dengan Pemanfaatan Digital.”
Darna menjelaskan transformasi digital dalam pendidikan tidak sebatas penggunaan perangkat, aplikasi, atau media digital. Menurutnya, perubahan tersebut harus diikuti dengan perubahan pola pikir guru agar teknologi dapat dimanfaatkan secara kreatif, efektif, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Dalam materinya, Darna memperkenalkan karakter guru CERIA sebagai bagian dari upaya membangun sosok pendidik yang mampu menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
C berarti Cerdas, yakni memiliki wawasan dan kompetensi yang terus dikembangkan. E berarti Empati, yaitu mampu memahami kondisi, kebutuhan, dan karakter peserta didik.
Selanjutnya R berarti Responsif, yakni cepat merespons perubahan dan tantangan pendidikan. I berarti Inovatif, yaitu berani menghadirkan gagasan dan strategi pembelajaran baru, sedangkan A berarti Adaptif atau mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Konsep tersebut menekankan bahwa guru masa kini tidak hanya berperan sebagai penyampai materi. Guru juga dituntut menjadi fasilitator, inspirator, sekaligus penggerak perubahan di lingkungan sekolah.
Diikuti 50 Guru
Pelatihan diikuti 50 guru UPT SMAN 7 Pinrang dengan antusias. Para peserta mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan karakter peserta didik saat ini.

Kegiatan tersebut diharapkan memberikan energi baru bagi para guru untuk menerapkan berbagai inovasi dalam proses belajar mengajar. UPT SMAN 7 Pinrang juga menegaskan komitmennya membangun budaya belajar dan peningkatan kompetensi bagi para pendidik.
Sebab, ketika guru terus berkembang, kualitas pembelajaran di sekolah juga diharapkan ikut meningkat. Adaptasi guru terhadap perkembangan zaman pada akhirnya menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan.












