PAREPARE – Peringatan 90 tahun kelahiran Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, diwarnai dengan dukungan masyarakat Kota Parepare terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh yang dikenal sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia tersebut.
Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Parepare pada 25 Juni 1936 dari pasangan Alwi Abdul Djalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Tepat pada Kamis, 25 Juni 2026, usia beliau genap 90 tahun atau satu dekade menuju seabad.
Momentum tersebut diperingati melalui kunjungan edukatif ke Rumah Kelahiran dan Museum B.J. Habibie di Parepare, disertai kegiatan berbagi inspirasi mengenai keteladanan hidup dan pengabdian sang putra daerah kepada bangsa dan negara.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, Dede Harirustaman, mengatakan peringatan hari kelahiran B.J. Habibie menjadi kesempatan penting untuk mengenang sekaligus mempelajari warisan pemikiran dan keteladanan Presiden RI ke-3 tersebut.
“Hari kelahiran B.J. Habibie tentu menjadi kabar gembira bagi kita untuk mengenang sekaligus kembali mempelajari legacy Presiden ke-3 Republik Indonesia tersebut, apalagi kita berada tepat di daerah kelahirannya,” ujar Dede.
Menurutnya, terdapat tiga ruang belajar utama dalam kehidupan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dari ketiga ruang tersebut, setiap individu diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membangun karakter dan akhlak yang baik.
Ia juga mengutip salah satu pesan B.J. Habibie yang terkenal, yakni, “Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.”
Pada kesempatan yang sama, warga Parepare juga menggelar doa bersama dan menyatakan dukungan terhadap upaya pengusulan B.J. Habibie sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.
Penulis dan peneliti B.J. Habibie, Ibrah La Iman, mengungkapkan bahwa langkah awal pengurusan dukungan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Parepare dan mendapat respons positif.
“Dari Parepare kita mengawali pengurusan hal-hal terkait untuk mendukung Eyang B.J. Habibie menjadi Pahlawan Nasional. Sebelumnya telah kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Parepare dan Alhamdulillah mendapat sambutan positif dari Wali Kota Tasming Hamid. Selanjutnya akan diagendakan pelaksanaan Focus Group Discussion serta seminar bersama,” jelasnya.
Ibrah menilai jasa dan kontribusi Habibie bagi bangsa Indonesia sangat besar, khususnya pada masa transisi reformasi yang penuh tantangan.
“Saya meyakini bahwa ketika bangsa ini menghadapi krisis yang luar biasa, B.J. Habibie mampu tetap teguh memperjuangkan keadaan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Jasa-jasa beliau lahir dari ketulusan pengabdian untuk bangsa,” katanya.
Peringatan hari kelahiran B.J. Habibie tersebut turut dihadiri Kepala Museum B.J. Habibie sekaligus Kabid Kebudayaan Parepare, Niniek Harysani, Pamong Budaya Amirullah, Penulis Novel Habibie Kecil Ibrah La Iman, serta dipandu Firdaus Syuaib bersama jajaran pegawai Museum B.J. Habibie.
Kegiatan juga melibatkan guru pendamping dan peserta didik dari SDN 4 Parepare serta SMPN 1 Parepare sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keteladanan B.J. Habibie kepada generasi muda.












