Pinrang – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular dan penggunaan obat yang aman, RSUD Madising kembali menggelar kegiatan edukatif melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Bertempat di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan, penyuluhan yang berlangsung pada Selasa (29/4) ini difokuskan pada dua topik utama: Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penggunaan obat secara tepat dan benar.
Penyuluhan menghadirkan dua pemateri kompeten di bidangnya, yakni Ayu Saraswati, S.Kep, yang menyampaikan materi seputar perkembangan kasus DBD, gejala umum, pentingnya deteksi dini, serta langkah-langkah pencegahan; dan Apt. Ahmad Taufik, S.Si, yang membahas tentang aturan minum obat yang benar, kesalahan umum dalam konsumsi obat, serta cara penyimpanan obat yang aman di rumah.
Direktur RSUD Madising, dr. Ulianti Ramli, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi promotif dan preventif rumah sakit untuk membangun masyarakat yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri dan keluarga.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya datang ke rumah sakit saat sakit. Melalui penyuluhan seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli, baik dalam mencegah penyakit seperti DBD maupun dalam menggunakan obat secara tepat agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan,” ujar dr. Ulianti.
Dalam pemaparan materinya, Ayu Saraswati menekankan bahwa DBD masih menjadi ancaman serius, terutama saat memasuki musim pancaroba. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melakukan 3M Plus—menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, serta tindakan tambahan seperti menggunakan lotion anti-nyamuk dan kelambu.
Sementara itu, Apt. Ahmad Taufik mengingatkan pentingnya membaca label obat, mematuhi dosis, serta tidak menyimpan obat dalam suhu yang salah. Ia juga menyoroti kesalahan umum seperti menghentikan pengobatan sebelum waktunya atau mencampur obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.
“Kesalahan dalam penggunaan obat bisa memperparah kondisi pasien. Edukasi semacam ini sangat penting untuk mencegah efek samping maupun resistensi obat,” tambah dr. Ulianti.
Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan oleh peserta untuk berkonsultasi langsung dengan para narasumber. Hadir dalam kegiatan ini pasien rawat jalan, keluarga pasien, serta sejumlah pengunjung rumah sakit lainnya yang antusias mengikuti penyuluhan hingga selesai.
RSUD Madising berkomitmen akan terus menggelar edukasi kesehatan rutin sebagai bagian dari pelayanan publik yang lebih menyeluruh, tidak hanya dalam aspek kuratif, tetapi juga promotif dan preventif.












