Pinrang– Di usia yang sudah melewati satu abad, tekad seorang petani kakao asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, tak pernah surut untuk menapaki Tanah Suci. Sulaeman Rotte Bagulu, yang kini berusia 102 tahun, menjadi calon jemaah haji (CJH) tertua dari Sulsel tahun ini. Di tengah raga yang telah renta, semangatnya justru lebih muda dari banyak orang.
Lahir pada 31 Desember 1922, Sulaeman bukanlah orang berada. Namun dengan tangan yang tak pernah lelah menggenggam cangkul dan hati yang penuh harap, ia terus bekerja di kebun kakaonya yang sederhana. Dari hasil panen itulah, sedikit demi sedikit ia sisihkan demi satu mimpi besar—berangkat ke Makkah, menunaikan rukun Islam kelima.
Pada 2018, ia mendaftar haji, dan hanya menunggu 7 tahun. Waktu tunggunya menjadi lebih singkat dari biasanya karena pemerintah memberi prioritas kepada jemaah lanjut usia. Tapi tujuh tahun itu bukan waktu yang ringan bagi seorang lelaki yang telah menginjak usia 96 tahun saat mendaftar.
Tak hanya hasil kebun, anak-anaknya turut bahu-membahu. Mereka patungan, melengkapi biaya pendaftaran, sebagai bentuk cinta dan bakti kepada sang ayah yang tak pernah letih menanam nilai-nilai kebaikan di ladang dan di hati keluarga.
Meski raganya telah menua, Sulaeman masih sering turun ke kebun. Kakinya mungkin tak lagi sekuat dulu, tapi tekadnya tak goyah.
Kepergian Sulaeman ke Tanah Suci bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan spiritual yang membentang dari ladang kakao hingga Baitullah. Doa-doanya yang dulu dilantunkan di bawah rimbun pohon kakao, kini akan menggema di Masjidil Haram.












