INTERNASIONAL,arusinfo.id–– Bulan Agustus lalu, tiupan peluit kembali menggema dari tengah lapangan stadion-stadion di Eropa. Liga-liga terbaik resmi dihelat yang diawali di tanah Britania pada sabtu 12 Agustus. Liga Inggris selalu dikenal sebagai liga yang memulai musim baru paling awal. Sementara liga-liga lain menyusul seminggu setelahnya.
Piala sudah dikembalikan kedalam lemari trofi, jalan-jalan kota kembali ke sibung dan heningnya semula, setelah parade juara berakhir. Bongkar pasang skuad dan manajemen dituntaskan untuk mengarungi musim baru. Lantas bagaimana pencapaian para jawara musim lalu hingga pekan ini?
Liga Inggris
kekalahan 1-0 Arsenal di City Ground Stadium pada tanggal 20 Maret 2022 kala menjamu tuan rumah Nottinghem Forest mengantarkan Manchester City sekali lagi berhak mengangkat trofi jawara musim lalu. The Citizens yang meraup 85 poin dengan sisa tiga pertandingan tak mungkin terkejar lagi oleh Tim Meriam London yang mengantongi 81 poin dengan satu sisa pertandingan. Drama berakhir dan kesedihan melingkupi segenap penggemar tim asuhan Mikel Arteta yang pada awalnya tampil trengginas dan menjadi kandidat kuat juara, namun potensi itu mati dan layu pada akhirnya. Kevin De Bruyne cs berhasil menikung di saat-saat akhir dan memastikan mahkota juara di arak di jalan-jalan kota Manchester.
Pekan ini di musim 2023-2024, Manchester City masih tampil konsisten dengan tak sekalipun menyerahkan poin kepada lawan-lawannya. Sapu bersih lima pertandingan City masih kokoh di puncak klasemen. Skuad yang tidak banyak berubah, dan pola permainan yang semakin padu dan atraktif, sokongan beberapa pemain baru seperti Jeremy Doku yang menggantikan pos yang ditinggalkan Riyad Mahrez di sisi sayap menjadi kekuatan baru yang sukses membuat mereka masih tak tersentuh kekalahan hingga pertandingan ke lima ini. Gol penyama kedudukan ke gawang Westham United yang dijaga Alphonse Areola malam kemarin menjadi keran pembuka atas dua gol tambahan untuk mempertahankan kedudukan 1-3 hingga pertandingan berakhir.
Liga Italia
puasa gelar selama 32 tahun diakhiri Napoli musim lalu. Stadion Diego Armando Maradona di pinggiran wilayah Fuorigrotta, kota Napoli dibanjiri supporter yang tenggelam dalam euphoria yang sudah lama terpendam dalam dada mereka. Kecintaan mereka berbalas dengan gelar juara yang terakhir kali diraih oleh mendiang Sang Legenda kota Napples yang namanya diabadikan menjadi nama stadion klub tersebut. Luciano Spaletti yang berhasil meracik skuad sensasional mengabadikan kemenangan dengan rajah di tangannya. Berbekal skuad yang sebenarnya tidak bias dibilang mewah, ia berhasil melahirkan seorang monster yang mematikan di sisi kanan pertahanan Lawan, Khvicha Kvaratskhelia yang menjadi pemain terbaik. menjadi penopang sang striker Victor Osimhen sang Cappocanoniere musim lalu. Napoli berhasil menghentikan dominasi tim-tim seperti Juventus, Inter, dan Milan yang decade terakhir menguasai Serie A.
Namun, sebagaimana tim-tim yang kurang mapan secara finansial ditengah kepungan tim-tim kaya, mereka rawan digerogoti masalah finansial yang memaksa mereka menjual para pilarnya. Kvaradona (julukan Kvaratskhelia) menjadi incaran klub-klub besar di akhir musim lalu, tim-tim seperti Madrid dan Barcelona pernah diisukan kencang akan menebus pemain berpaspor Georgia tersebut. Namun beruntung hingga jendela transfer ditutup, ia tetap memakai seragam biru Napoli. Kim Min Jae, poros halang yang berduet dengan Rrahmani meninggalkan Napoli menuju Munchen. Dan yang paling berpngaruh adalah mundurnya sang Allenatore, Spaletti.
Memasuki minggu keempat Serie A, Napoli menduduki posisi kelima dibawah Lecce dengan raihan poiin yang sama, 7 poin. Kvaradona yang musim lalu tampil apik sejak pertandingan pertama terlihat mengalami kemunduran di musim ini, ia belum sekalipun melesakkan gol hingga pertandingan terakhir kemarin.
Liga Spanyol
tak jauh berbeda dari penampilannya musim lalu, musim ini hingga pekan ke lima La Liga, Barcelona masih kokoh di puncak klasemen. Dengan meraih 4 kemenangan dan satu hasil seri. Skuad yang terlihat makin matang dan hadirnya pemain-pemain baru sejauh ini terlihat menjanjikan dan berhasil menambah kedalaman skuad La Blaugrana. Kehadiran pemain macam Gundogan, Romeu,hingga Joao Felix yang dipinjam dari Atletico Madrid, dan tentu saja satu talenta muda yang dipromosikan dari skuad muda La masia telah menjadi fenomena hingga hari ini. Debutnya yang brilian di laga pra musim, membuat sang pelatih Xavi Hernandes memasukkan nama Lamine Yamal Nasraoui Ebana, pemuda 16 tahun keturunan Maroko tersebut berhasil menembus ketatnya persaingan di skuad klub peraih 27 gelar La liga tersebut. Kecemerlangannya membuat ia memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang pernah bermain bagi timnas Spanyol.
Skill individu dan kedewasaannya kala memakai zirah merah biru Barcelona membuatnya dipanggil menjadi salah satu pemain untuk memperkuat Spanyol di laga internasional pekan lalu. Malam diguyur hujan membasahi rumput lapangan di stadion Dinamo Arena menjadi sejarah pecahnya dua rekor dalam satu malam dari seorang bocah Lamine Yamal. Masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Daniel Olmo di menit 44 mengukuhkan namanya sebagai pemain termuda yang membela La furia roja, dan golnya di sisa seperempat akhir pertandingan mencatatkan namanya sebagai pemain termuda skuad Spanyol yang mencetak gol di laga internasional.
Bundesliga Jerman
Drama paling epik di jagat sepakbola dunia di level kompetisi Klub terjadi di daratan Bavaria, Jerman. Bagaimana tidak, penentuan juara ditentukan di pertandingan pamungkas, di mana dua klub bersaing untuk menjadi juara, Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund. Menjelang laga Pamungkas melawan Mainz, Dortmund unggul 2 poin atas saingannya Bayern Muenchen. Meski unggul 2 poin dari pesaingnya, hasil seri tidak akan bisa membuat pesta juara digelar di Signal Iduna Park, kandang Dortmund. Karena jika Bayern menang di pertandingan melawan FC Koln, bisa dipastikan merekalah yang berhak atas juara Jerman lagi. Mereka unggul jauh atas selisih gol dari Dortmund, yang membuat kemenangan di laga pamungkas adalah harga mati yang harus diperjuangkan Marco reus dan kawan-kawan untuk membuat bendera kuning hitam berkibar di stadion. Skuad asuhan Edin Terzic menyerang sporadis sejak awal laga itu. Ada beban berat yang sepertinya dipikul oleh para pemain Die Scwarzgelben (si hitam kuning, julukan Dortmund). Jude Bellingham ingin memberikan kado perpisahan manis bagi timnya setelah ia menyetujui untuk hengkang ke Madrid. Situasi tersebut membuat mereka kecolongan dan lupa pada lini pertahanan di menit 15 tim tamu unggul terlebih dahulu. Situasi tersebut menyerang mental pemain Dortmund, yang terlihat jelas lewat gagalnya Sebastian Haller mencetak gol dari titik putih untuk menyamakan kedudukan. Hasilnya di menit 24 gawang tuan rumah kembali bobol lewat gol dari Karim Onisiwo. Hasil yang bertahan hingga paruh waktu babak pertama.
Baru pada menit 69, Raphael Guerreiro yang juga menjalani musim terakhirnya di Dortmund berhasil memperkecil kedudukan. Gol penyeimbang Niklas Sule di injury time tidak dapat menyelamatkan Borrusia Dortmund karena di pertandingan lain Bayern Muenchen berhasil menaklukkan Koln dengan skor 2-1. Marco Reus tidak dapat menahan kesedihannya, kesetiannya kepada Die Borussen, klub yang dibelanya hingga kini belum berhasil dia persembahi gelar juara liga. Pesta pecah di Allianz Arena, kandang Muenchen. Plot twist mengakhiri drama dua seteru abadi Jerman tersebut.
Musim 2023-2024 memasuki minggu ke empat Bundesliga, Sang juara bertahan tertahan di posisi dua di bawah Bayer Leverkusen yang sedari pertengahan musim lalu menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di bawah asuhan Xabi Alonso, salah satu legenda Bayern Muenchen. Meski begitu, kans masih sangat terbuka lebar bagi juara bertahan, dengan torehan 10 poin dari empat pertandingan ditambah masuknya amunisi baru di lini serang, Harry kane, dan pertahanan Kim min Jae, menciptakan asa baru lahirnya mesin gol pengganti Lewandowski. Kita berharap drama kembali tercipta di Bundesliga musim ini.












