Pinrang,arusinfo.id— Puskesmas Mattiro Bulu ikut menjadi bagian dalam menyukseskan acara Hari Pengendalian Nyamuk (HPN) ke-7 yang digelar di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Puskemas Mattiro Bulu menyajikan hiburan berupa atraksi teatrikal tentang pemberantasan sarang nyamuk.
Kabupaten Pinrang yang merupakan salah satu daerah di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan terpilih menjadi tuan rumah Hari Pengendalian Nyamuk (HPN) ke-7. Peringatan ini pertama kalinya dilaksanakan di Pulau Sulawesi dan dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Pinrang pada Minggu (19/8/2023).
Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Surveilans Karantina Kesehatan , Kemenkes RI mewakili Menteri Kesehatan, Pj Sekretariat Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel, Forkopinda Pinrang, utusan dari provinsi dan Kab/Kota di seluruh Indonesia, dengan mengusung tema “Lingkungan Sehat tanpa Vector Penyakit”.
Puncak kegiatan HPN tahun 2023 di Kabupaten Pinrang diawali dengan menggelar aksi jalan santai serta defile dari seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Pinrang. Salah satunya adalah Puskesmas Mattiro Bulu. Puskesmas Mattiro Bulu menampilkan aksi teatrikal terkait Pemberantasan Sarang Nyamuk.
Tim Puskesmas Mattiro Bulu menampilkan terkait edukasi untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari nyamuk berdarah dengan iringan musik patrol Gacor Family Cora.
Kreativitas ditunjukkan dengan menampilkan dua orang yang memakai kostum nyamuk dan petugas yang melakukan bersih-bersih. Uniknya, potongan lirik “janda pirang” yang diubah “Jangan, jangan ada jentik, karena jentik adalah sumber penyakit”.
Aksi ini pun sukses memberikan tontonan yang menghibur sekaligus mengedukasi. Para peserta terlihat ikut berjoget sejenak.
Kepala Puskesmas Mattiro Bulu, drg. Tulada menyampaikan, Puskesmas Mattiro Bulu termotivasi memberikan penampilan terbaik dalam acara HPN ke-7 yang dipusatkan di Pinrang kali ini. Dia mengaku sengaja menampilkan drama musikal memakai musik patrol dengan drama terkait aksi pemberantasan sarang nyamuk agar bisa menghibur sekaligus memberikan edukasi.
“Ide soal aksi drama musikal memakai musik patrol dan memakai lirik musik “janda pirang” menjadi jangan ada jentik ini supaya memberikan hiburan sekaligus edukasi bagi kita semua,” paparnya.
Ia juga menekankan bahwa HPN ini sebagai ajang sosialisasi bahwa nyamuk harus dikendalikan sehingga penyakit juga bisa terkendali, termasuk membangun budaya lingkungan, baik kantor, sekolah, tempat tinggal harus bebas nyamuk.
“Karena itu kami bersama Forkopinca dan stake holder terkait, bersama-sama menciptakan hal tersebut di wilayah kerja Mattiro Bulu secara khusus,” tegasnya.












