Pinrang — UPT SMAN 7 Pinrang terus mematangkan persiapan menuju Adiwiyata Nasional dengan memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan pengelolaan lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Hal itu ditegaskan Kepala UPT SMAN 7 Pinrang, Drs Ikhwan Matu, S.Pd, saat memimpin rapat persiapan Adiwiyata pada Rabu (14/1/2026). Rapat tersebut dihadiri unsur pimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta tim pengelola Adiwiyata.
Ikhwan menekankan bahwa keberhasilan meraih Adiwiyata Nasional tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan administrasi dan sarana prasarana, tetapi juga oleh perilaku nyata serta konsistensi seluruh warga sekolah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Budaya bersih dan peduli lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya saat penilaian,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, UPT SMAN 7 Pinrang secara resmi meluncurkan inovasi “3 x 1” sebagai langkah antisipatif dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Inovasi ini terdiri atas tiga gerakan utama, yakni SEMUT (Semangat Memungut Sampah), SEBATIK (Sekolah Bebas Sampah Plastik), dan GAMBAR (Gerakan Memakai Tumbler).
Melalui gerakan SEMUT, seluruh warga sekolah diajak aktif memungut sampah di lingkungan sekolah tanpa harus menunggu jadwal kerja bakti. Sementara SEBATIK difokuskan pada upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di sekolah. Adapun GAMBAR mendorong peserta didik dan tenaga pendidik untuk membiasakan membawa tumbler sebagai wadah minum ramah lingkungan.
Dengan peluncuran inovasi 3 x 1 tersebut, diharapkan dapat membentuk karakter peduli lingkungan, meningkatkan kesadaran kolektif warga sekolah, serta mendukung terwujudnya UPT SMAN 7 Pinrang sebagai sekolah yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan menuju Adiwiyata Nasional.












