Pinrang — Ratusan warga dari Dusun Paleleng, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Paleleng, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Pinrang, Senin (14/4/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas kondisi jalan rusak parah yang telah bertahun-tahun dibiarkan tanpa perbaikan oleh pemerintah.
Massa aksi yang didominasi pemuda dan mahasiswa membawa berbagai spanduk dan poster tuntutan. Mereka menyuarakan keluhan warga terkait akses jalan utama ke Dusun Paleleng yang rusak berat. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan nyawa, terutama saat terjadi kondisi darurat.
Dalam orasinya, Jenderal Lapangan aksi, Parman, menuturkan bahwa kerusakan jalan sudah sangat meresahkan. Ia menyebut beberapa kejadian memilukan akibat buruknya infrastruktur, termasuk peristiwa seorang perempuan yang harus ditandu sejauh dua kilometer dalam kondisi sekarat, namun akhirnya meninggal sebelum sampai ke fasilitas kesehatan.
“Jalan yang rusak ini bukan sekadar jalan biasa, tapi jalur hidup bagi masyarakat Paleleng. Sudah terlalu lama kami bersabar. Banyak warga yang sakit parah harus ditandu keluar dusun, bahkan jenazah pun dibawa dengan cara yang sama karena tak ada kendaraan yang bisa lewat,” ungkap Parman dengan suara lantang.
Aksi warga ini kemudian disambut langsung oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Pinrang, Andi Pawelloi Nawir. Ia turun menemui massa dan menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan secara tertib.
Andi Pawelloi menegaskan bahwa pihak DPRD tidak akan tinggal diam. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui jalur resmi, dengan melakukan koordinasi bersama pimpinan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pinrang.
“Kami di DPRD selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya. Apa yang disampaikan hari ini akan kami tindak lanjuti. DPRD akan memanggil dinas terkait dan berkoordinasi langsung dengan Pak Bupati untuk mencarikan solusi atas permasalahan ini,” jelas Andi Pawelloi di hadapan massa.
Ia juga menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendorong percepatan pembangunan, terutama di wilayah-wilayah pelosok yang masih minim infrastruktur dasar.
Sementara itu, massa aksi berharap janji DPRD bukan sekadar seremonial. Mereka menuntut adanya kejelasan waktu dan progres nyata dalam penanganan kerusakan jalan di Dusun Paleleng.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung tertib dan damai, dengan pengamanan dari aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi hingga massa membubarkan diri usai menyampaikan tuntutan mereka.












