PINRANG — Migrasi dukungan elit mulai kelihatan di Pilkada Pinrang. Setelah sebelumnya bergabung dengan pasangan calon lain sebagai pendukung, kesempatan berikutnya sudah berada di barisan pasangan lain.
Perpindahan dukungan ini biasanya menjadi fenomena yang makin marak jelang hari pemungutan suara. Sebab, secara psikologis, manusia selalu ingin berada di barisan pemenang.
Ini juga menjadi fenomena pada setiap survei yang dilaksanakan para konsultan politik atau lembaga survei politik di Indonesia. Mereka yang tadinya belum menentukan pilihan (swing voters) mendekati hari H akan jelas pilihan politiknya, sehingga jumlahnya makin berkurang.
Pasangan Usman Marham-Hastri Wello yang diisung Partai Gerindra, Golkar dan Demokrat mulai merasakan dampak tersebut. Semakin hari, semakin banyak orang yang datang dan menyatakan dukungannya. Bukan hanya level grassroot (baca: pemilih akar rumput) tapi juga level elit.
Saat pasangan ini sosialisasi di Paleteang, Selasa malam (17:9), tampak hadir bergabung mantan birokrat, Haji Hamka Mahmud. Hamka adalah salah seorang elit berpengaruh di Pinrang. Sejumlah jabatan pernah diduduki di lingkup Pemkab Pinrang. Mulai era kepemimpinan Bupati Pinrang, Andi Nawir Pasinringi hingga Andi Aslam Patonangi.
Pilkada lalu, Hamka bahkan ikut bertarung. Ia masuk dari jalur perseorangan. Meski tak terpilih, basis dukungannya jelas. Ia masih memiliki pendukung loyal yang terpilihara hingga saat ini.
Hadirnya Hamka pada sosialisasi Usman Marham-Hastri Wello memberi penguatan pada pasangan ini. Usman dan Hastri juga menyambut dengan suka cita.
“Alhamdulillah, kita kedatangan tokoh yang akan memperkuat barisan kita semua, Pak Hamka Mahmud. Hadirnya beliau menjadi energi bagi kita semua,” sambut Usman Marham.
Hamka bahkan menyampaikan testimoninya di hadapan warga yang hadir. Kata dia, Pinrang ke depan, butuh figur seperti Usman Marham-Hastri, pasangan yang memiliki jejaring di pusat.
“Sangat sulit membangun Pinrang hanya dengan mengandalkan APBD. Dana-dana pusat harus ditarik masuk. Investasi harus didatangkan,” katanya.
Hamka menegaskan, pasangan yang bisa melakukan itu adalah Usman-Hastri. Karena punya jaringan pusat. Apalagi dengan dukungan partai koalisi Indonesia Maju yang merupakan pemenang Pilpres.












