Pinrang, arusinfo.id— Keikuksertaan kades di Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti acara Apel Siaga Perubahan NasDem direspon pakar politik Unhas, Andi Lukman Irwan. Bagi dia, dengan terkontaminasinya kades dengan parpol tersebut, kades menjadi rawan menyalahgunakan jabatan dan anggaran negara yang dimiliki.
“Jika mereka sudah terafiliasi (terhadap satu parpol) rawan menyalahgunakan anggaran dari negara. Anggaran itu bisa saja untuk kegiatan bukan untuk kepentingan warga lagi,” kata Lukman.
Lukman menegaskan, kades mempunyai kekuasaan yang besar dan kuat sebab bersentuhan dengan warga secara langsung. Ini yang membuat dia menjadi punya kekuatan bisa mendesain pilihan politik warga.
“Mereka punya kekuasaan yang melekat di kewenangan dalam pelayanan administrasi sehingga dalam konteks relasi kuasa mereka bisa mendesain pilihan politik ke warga mereka,” imbuhnya.
Dia pun mengingatkan kepada kades dan perangkat desa agar menjaga netralitas mereka. Sebab mereka merupakan pelayanan masyarakat di tingkat dasar yang harus memberikan layanan secara adil.
“Dalam regulasi UU Desa mensyaratkan agar perangkat desa menjaga netralitas dalam proses kontestasi politik. Perangkat desa dan kepala desa harus terjaga dan tidak boleh terafiliasi berpihak dan harus ada sanksi yang tegas jika melanggar netralitas,” tegasnya.
KADES DITEGUR USAI IKUT APEL SIAGA PERUBAHAN NASDEM
Sebelumnya diberitakan , Kepala Desa Mattiro Tasi, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Amor Paturusi mendapatkan teguran lisan dari bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid usai menghadiri acara Apel Siaga NasDem. Amor mengaku tidak mengetahui tindakannya dianggap melanggar.
“Saya hadir sebagai simpatisan. Saya kira tidak melanggar, tapi ternyata melanggar yang begitu. Andaikan saya tahu melanggar saya tidak berangkat,” kata Amor dikutip dari detikSulsel, Selasa (15/8).
Amor mengikuti agenda Apel Siaga Perubahan NasDem. Namun dia menegaskan dirinya tidak terdaftar sebagai kader maupun pengurus di NasDem. Ia hanya sebagai simpatisan sebab dekat dengan NasDem.
“Tidak ji. Cuman memang saya hadir di acara itu sebab Pak RMS sebagai ketua panitia dan beliau banyak membantu kami di desa,” imbuhnya.
Atas tindakannya tersebut, Amor juga mengaku telah mendapat teguran dari Bupati Pinrang Irwan Hamid atas rekomendasi dari Panwascam Mattiro Sompe melalui Bawaslu Pinrang. Sanksinya berupa teguran lisan.
“Saya sudah diberikan peringatan agar lain kali tidak datang ke acara begitu. Peringatan secara lisan, surat belum ada,” paparnya.












