Arusinfo.id, Pinrang — Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Bumi Lasinrang telah sukses menjalankan tugasnya pada HUT 17 RI beberapa waktu lalu. Namun dalam prosesnya, juga terjadi hal yang miris.
Sebagai informasi, sebelumnya SKPD yang mengelola anggaran untuk mewadahi kebutuhan dan keperluan para paskibraka, itu adalah Dispaspor Pinrang. Untuk tahun ini, wewenang pengelolaannya diberikan kepada Kesbangpol Pinrang.
Informasi yang dihimpun Arusinfo.id, tahun ini anggaran yang disiapkan untuk segala persiapan paskibraka itu berkisar Rp600 juta. Dari anggaran itu kemudian dipecah-pecah lagi. Salah satunya, untuk perlengkapan paskibraka yakni pengadaan sepatu.
Paskibraka Pinrang, MH, mengisahkan, memang terjadi hal miris sehari sebelum dirinya dan teman-temannya turun menjalankan tugasnya pada momen puncak 17-san.
“Itu ada sepatu baru yang diberikan (hasil pengadaan). Kami pakai gladi bersih untuk persiapan 17 Agustus,” bebernya MH kepada Arusinfo.id, Jumat 25 Agustus.
Namun terjadi hal miris dan mengherankan, lanjutnya, sebab sepatu yang nyata-nyata baru digunakan sekali untuk gladi itu sudah rusak. Ia bercerita, kalau untuk sepatunya sendiri solnya telah rusak.
“Bukan cuma saya sendiri, saya lihat teman ku juga begitu yang laki-laki. Ada bahkan sol sepatunya hampir lepas,” ungkapnya.
MH mengaku sempat panik dengan kondisi sepatunya, sebab di momen puncak HUT RI bisa saja sepatu bakal tambah rusak jika digunakan lagi.
“Tapi malamnya datang penjahit ke hotel. Jadi besok bisa dipakai lagi,” jelasnya.
Sebelumnya naik diberita, jika Kepala Badan Kesbangpol Pinrang, Syahrir Pawittoi, mengaku, tidak tahu apa-apa terkait sesuatu yang miris menimpa para paskibraka.
“Saya tidak tahu itu. Kepala bidang yang urus itu semua,” singkatnya.












