Pinrang— Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Pinrang menunjukkan sikap tidak konsisten dalam menyikapi pemusatan latihan pasukan pengibar bendera pusaka kabupaten Pinrang. Awalnya pada Jumat (16/8) pagi tersebar pernyataan sikap mundur dalam pemusatan latihan pasukan pengibar bendera, namun kemudian memilih bergabung lagi pada sore hari.
Pernyataan sikap dari PPI Pinrang tersebut sempat tersebar dan dipasang sebagai status WA oleh Ketua dan beberapa pengurus PPI Pinrang sekitar pukul 10.00 Wita.
Narasi yang tertulis ” KAMI ATAS NAMA PURNA PASKIBRAKA INDONESIA KABUPATEN PINRANG SULAWESI SELATAN HARI INI KAMI MENYATAKAN MUNDUR DARI ‘DESA BAHAGIA’ PEMUSATAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA KABUPATEN PINRANG TAHUN 2024.
DENGAN AASAN PPI MERASA TIDAK DAPAT BERSINERGI DENGAN OKNUM KESBANGPOL KABUPATEN PINRANG.”
Ketua PPI Pinrang H.Fathul Akbar Syarif yang dikonfirmasi saat memposting peryataan sikap mundur dari pemusatan latihan pasukan pengibar bendera Fathul enggan menjelaskan lebih lanjut.
“No coment,” kata Fathul ke media.
Namun kemudian sekitar pukul 16.00 Wita muncul kembali pernyataan sikap dari PPI Pinrang yang menarik penyataan tersebut dan menyatakan kembali bersedia bergabung kembali.
Narasi yang tertulis ” KAMI ATAS NAMA PPI KABUPATEN PINRANG SULAWESI SELATAN Berterima kasih kepada bapak Pj Bupati Pinrang, Kepala Kesbangpol, unsur pimpinan, panitia dan pelatih yang menjembatani kisruh yang telah berkembang. Dengan ini kami pengurus PPI Pinrang bersedia kembali bergabung dalam kegiatan kepaskibrakaan kabupaten Pinrang.”
Adapun pihak Kesbangpol Pinrang yang diwakili Syaifullah dikonfirmasi terkait polemik tersebut mengakui ada masalah miss komunikasi yang terjadi dan sudah menyelesaikan masalah tersebut.
“Amanmi dinda ada mis komunikasi dengan oknum dan sudah saling memaafkan tadi di M HOTEL,” paparnya.
Dia mengungkap selama ini sangat terbantu dengan keberadaan PPI Pinrang.
“Saya pribadi terbantu sekali dengan adanya adek adek PPI hanya mis komunikasi dengan salah satu oknum panitia,” jelasnya.












