arusinfo.id, PINRANG — Polisi tengah melakukan investigasi terkait dugaan korupsi dalam pengadaan perlengkapan Paskibraka oleh Kesbangpol. Permintaan berkas dan data terkait pengadaan perlengkapan tersebut kini telah diminta.
Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Akhmad Risal, menjelaskan bahwa meskipun belum ada pemanggilan resmi, pihaknya telah meminta data terkait kasus tersebut.
“Bukan pemanggilan, tapi permintaan data (pengadaan perlengkapan Paskibraka),” ungkap Risal kepada media, Rabu 30 Agustus 2023.
Risal menyatakan bahwa perihal dugaan pelanggaran pengadaan perlengkapan Paskibraka yang viral belakangan ini sedang dalam tahap penyelidikan. Meskipun belum dapat menarik kesimpulan terkait adanya indikasi pelanggaran, polisi sedang memeriksa kesesuaian spesifikasi perlengkapan yang dipesan.
“Kami belum dapat mengambil kesimpulan terkait adanya indikasi pelanggaran, namun yang pasti, kasus pengadaan perlengkapan Paskibraka yang viral di media sedang kami proses, Kami meminta data terkait hal ini dan akan memeriksa secara mendalam,” ujar Iptu Akhmad Risal.
Proses investigasi masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi akan menilai apakah kasus ini dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan setelah mendapatkan data yang cukup. Pihak berwenang juga akan mengundang pihak terkait, termasuk pihak yang terlibat dalam pengadaan perlengkapan, untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut.
“Tahapannya masih penyelidikan itupun nanti kita liat apakah bisa kita proses untuk di lanjutkan ke penyidikan atau bagaimana,” jelasnya.
Sebelumnya, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Bumi Lasinrang telah sukses menjalankan tugasnya pada HUT 17 RI beberapa waktu lalu. Namun dalam prosesnya, juga terjadi hal yang miris.
Sebagai informasi, sebelumnya SKPD yang mengelola anggaran untuk mewadahi kebutuhan dan keperluan para paskibraka, itu adalah Dispaspor Pinrang. Untuk tahun ini, wewenang pengelolaannya diberikan kepada Kesbangpol Pinrang.
Informasi yang dihimpun Arusinfo.id, tahun ini anggaran yang disiapkan untuk segala persiapan paskibraka itu berkisar Rp600 juta. Dari anggaran itu kemudian dipecah-pecah lagi. Salah satunya, untuk perlengkapan paskibraka yakni pengadaan sepatu.
Paskibraka Pinrang, MH, mengisahkan, memang terjadi hal miris sehari sebelum dirinya dan teman-temannya turun menjalankan tugasnya pada momen puncak 17-an.
“Itu ada sepatu baru yang diberikan (hasil pengadaan). Kami pakai gladi bersih untuk persiapan 17 Agustus,” bebernya MH kepada Arusinfo.id, Jumat 25 Agustus.
Namun terjadi hal miris dan mengherankan, lanjutnya, sebab sepatu yang nyata-nyata baru digunakan sekali untuk gladi itu sudah rusak. Ia bercerita, kalau untuk sepatunya sendiri solnya telah rusak.
“Bukan cuma saya sendiri, saya lihat teman ku juga begitu yang laki-laki. Ada bahkan sol sepatunya hampir lepas,” ungkapnya.
MH mengaku sempat panik dengan kondisi sepatunya, sebab di momen puncak HUT RI bisa saja sepatu bakal tambah rusak jika digunakan lagi.
“Tapi malamnya datang penjahit ke hotel. Jadi besok bisa dipakai lagi,” jelasnya.
Sebelumnya naik diberita, jika Kepala Badan Kesbangpol Pinrang, Syahrir Pawittoi, mengaku, tidak tahu apa-apa terkait sesuatu yang miris menimpa para paskibraka.
“Saya tidak tahu itu. Kepala bidang yang urus itu semua,” singkatnya.












