Pemerintahan

Inovasi AMAN BAH SMAN 7 Pinrang, Solusi Kreatif Kurangi Polusi Udara Sekolah

×

Inovasi AMAN BAH SMAN 7 Pinrang, Solusi Kreatif Kurangi Polusi Udara Sekolah

Sebarkan artikel ini

Pinrang – Dalam upaya mengatasi pencemaran udara yang kian mengkhawatirkan, UPT SMAN 7 Pinrang meluncurkan sebuah terobosan ramah lingkungan bertajuk AMAN BAH, singkatan dari Ajak Teman Bonceng Dua ke Sekolah. Inovasi ini lahir dari kepedulian sekolah terhadap kualitas udara di lingkungan Kecamatan Mattirobulu, yang semakin menurun akibat tingginya emisi gas buang kendaraan bermotor.

Data sekolah menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, sekitar 2.313 siswa secara rutin menggunakan kendaraan bermotor pribadi ke sekolah. Kebiasaan ini tidak hanya menimbulkan polusi udara, tetapi juga memperparah kemacetan dan meningkatkan suhu mikro di kawasan sekolah. Selama lima hari dalam sepekan, warga sekolah—guru, staf, dan siswa—terpapar udara yang tercemar, sebuah kondisi yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan proses belajar-mengajar.

Melihat kenyataan ini, pihak sekolah mengambil langkah nyata. Melalui inovasi AMAN BAH, SMAN 7 Pinrang mengajak para siswa untuk berbagi kendaraan secara efisien dengan cara saling membonceng teman yang satu arah. Konsep sederhana ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan yang masuk ke lingkungan sekolah, sekaligus menjadi bagian dari upaya menurunkan emisi karbon dan polusi udara secara signifikan.

“Inovasi ini bukan hanya soal efisiensi transportasi, tapi juga pendidikan karakter. AMAN BAH melatih siswa untuk peduli terhadap lingkungan, bekerja sama, dan berkontribusi dalam perubahan positif,” ungkap Drs. Ikhwan Matu, M.Pd, Kepala UPT SMAN 7 Pinrang.

Program ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menekankan pentingnya pengendalian pencemaran udara dan pengelolaan transportasi ramah lingkungan. AMAN BAH juga mendukung target nasional pengurangan emisi karbon serta penguatan ketahanan energi dan pangan melalui efisiensi energi dan pengendalian lingkungan.

Baca juga :  BKKBN Sulsel Apresiasi Kampung KB yang Digagas Pemkot Parepare

Selain mengurangi emisi kendaraan, inovasi ini diharapkan membentuk budaya baru di kalangan pelajar: budaya berbagi, empati, serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Sekolah juga melibatkan guru sebagai pengawas dan motivator agar program ini berjalan konsisten.

Ke depan, SMAN 7 Pinrang berharap program AMAN BAH bisa diadopsi oleh sekolah lain, sebagai contoh inovatif dan aplikatif dalam menanggulangi masalah polusi udara sekaligus membentuk generasi muda yang lebih bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *