Pemerintahan

Menanti Janji Bupati Pinrang Perbaiki Jalan Rusak Bikin Warga Sakit-Jenazah Ditandu

×

Menanti Janji Bupati Pinrang Perbaiki Jalan Rusak Bikin Warga Sakit-Jenazah Ditandu

Sebarkan artikel ini

Pinrang – Di balik sejuknya udara pegunungan Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, tersimpan kisah pilu dari warga Dusun Palelleng. Bertahun-tahun mereka hidup dalam keterisolasian akibat rusaknya akses jalan. Ketika sakit menimpa atau maut menjemput, satu-satunya cara warga membawa orang sakit atau jenazah ke luar dusun adalah dengan ditandu berjalan kaki, menyusuri jalan rusak dan licin yang membelah hutan dan perbukitan.

Keluh kesah ini akhirnya sampai ke telinga Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, S.Sos. Rabu (16/4), perwakilan warga Palelleng datang ke Ruang Rapat Bupati, memohon agar penderitaan mereka segera diakhiri lewat pembangunan jalan yang layak.

Pertemuan itu menjadi momen haru dan penuh harapan. Bupati Irwan menyambut hangat kedatangan warga, didampingi sejumlah pejabat penting, seperti Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Awaluddin Maramat, serta beberapa jajaran terkait.

“Setiap kali ada yang sakit atau meninggal, kami harus pikul, Pak. Kami berjalan berjam-jam. Rasanya seperti kami tinggal di negeri yang dilupakan,” ungkap perwakilan warga.

Mendengar cerita itu, Bupati Irwan menyampaikan empati mendalam dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Menurutnya, infrastruktur bukan sekadar jalan, tetapi jalur kehidupan.

“Infrastruktur adalah dasar dari pelayanan dasar lainnya. Jika jalannya layak, anak-anak bisa sekolah lebih mudah, orang sakit bisa cepat ditangani, ekonomi bisa tumbuh. Kami ingin Palelleng juga merasakan itu,” tutur Bupati Irwan dengan nada serius.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas empat opsi jalur yang mungkin dibangun:

  1. Jalur Palelleng – Jalikko, yang menjadi prioritas utama, meskipun harus dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Enrekang karena jalurnya melintasi wilayah perbatasan.
  2. Jalur Palelleng – Caku, dinilai potensial sebagai alternatif akses warga.
  3. Jalur Palelleng – Cempa, terkendala izin karena berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas.
  4. Jalur Palelleng – Tepulu, sebagai opsi tambahan yang masih akan dikaji lebih dalam.
Baca juga :  Wali Kota Tasming Hamid Pantau Gladi Peringatan HUT ke-80 RI di Lapangan Andi Makassau

Kepala Dinas Bina Marga, Awaluddin Maramat, menyampaikan bahwa setiap opsi memiliki tantangan teknis maupun administratif. Namun, pihaknya akan bekerja keras agar pembangunan bisa dimulai paling lambat tahun anggaran depan.

Harapan kini menggantung di langit Palelleng. Warga menanti bukan sekadar janji, tapi tindakan nyata. Agar kelak, mereka tak lagi harus memikul beban di pundak, hanya karena jalan yang tak pernah sampai ke tempat mereka berdiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *