Pinrang—— Upaya peningkatan mutu pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kabupaten Pinrang semakin meluas, berkat peran inspiratif Resqiyati Najib guru dari SMKN 1 Pinrang sekaligus Sahabat Teknologi Sulsel 2024.
Melalui program PembaTIK Level 4, Ibu Resqiyati melaksanakan kegiatan Berbagi dan Berkolaborasi dengan tema Sharing Praktik Baik: Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK yang Berpusat pada Murid.
Kegiatan ini tak hanya menyasar guru-guru di tingkat SMA/SMK, tetapi juga diperluas ke tingkat SD dan SMP. Kegiatan Sharing Praktik Baik diadakan di SDN 162 Pinrang dan SMPN 7 Pinrang, bekerja sama dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Paleteang, Sabir. Kehadiran Ibu Resqiyati bersama dengan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, A. Macca, disambut antusias oleh guru-guru di kedua sekolah tersebut.
Dalam kesempatan terpisah melalui wawancara langsung, A. Macca mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya dedikasi Ibu Resqiyati.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada Ibu Resqiyati, guru SMKN 1 Pinrang, yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen luar biasa dalam menyelesaikan program PembaTIK Level 4 ini. Kegiatan Sharing Praktik Baik ini adalah sebuah langkah besar dalam memperkenalkan pembelajaran berbasis TIK, dan diharapkan dapat menjadi alternatif serta inspirasi bagi guru-guru di Kabupaten Pinrang, termasuk di tingkat SD dan SMP,” ungkapnya.
Beliau juga menegaskan pentingnya penyebarluasan praktik baik ini di kalangan pendidik.
“Kami harapkan agar pembelajaran ini dapat dishare dan diimplementasikan oleh rekan-rekan guru lainnya. Semoga kreasi Ibu Resqiyati dapat terus berkolaborasi dan menginspirasi, sehingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi semakin meningkat,” tambahnya.
Di SDN 162 Pinrang dan SMPN 7 Pinrang, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana pembelajaran berbasis TIK dapat diterapkan di kelas, dengan menggunakan media pembelajaran digital yang berpusat pada murid. Ibu Resqiyati menunjukkan bagaimana memanfaatkan perangkat digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik, yang memungkinkan siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam proses belajar.
Resqiyati mengungkapkan bahwa penerapan TIK dalam kelas dapat memperluas kreativitas dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar.
“Teknologi bukan hanya alat, tetapi juga jembatan yang menghubungkan siswa dengan materi pembelajaran secara lebih menarik dan interaktif. Saya berharap bahwa para guru dapat merasakan manfaat dan mengadopsi praktik ini untuk menciptakan kelas yang lebih hidup dan dinamis,” tuturnya.
Koordinator Wilayah Kecamatan Paleteang, Sabir yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyatakan bahwa para guru di Pinrang sangat antusias untuk mempelajari praktik baik ini.
“Para guru di sini sangat tertarik dengan penerapan TIK dalam pembelajaran. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kompetensi kami sebagai pendidik dan membawa pembelajaran berbasis teknologi ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Diharapkan kegiatan Sharing Praktik Baik ini dapat menjadi inspirasi bagi para guru lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan keterampilan TIK dalam mengajar. Dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, demi pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.
Program PembaTIK ini membuktikan bahwa sinergi antara guru, dinas pendidikan, dan teknologi dapat menghasilkan perubahan positif yang nyata, membawa pendidikan di Kabupaten Pinrang menuju masa depan yang lebih baik.












