PINRANG, arusinfo.id— Aparat kepolisian di Kabupaten Pinrang tampaknya menunjukkan dugaan intervensi terkait pemberitaan Gelagat “Cerdik” Oknum Aparat di Pinrang, yang Hendak Damaikan Kasus KDRT.”
Setelah munculnya polemik terkait Gelagat “Cerdik” Oknum Aparat di Pinrang, yang Hendak Damaikan Kasus KDRT.”, pihak kepolisian dari Polres Pinrang diwakili oleh Kanit PPA Polres Pinrang, Aipda Murgan menyampaikan keberatan. Redaksi arusinfo.id pun kemudian memberikan kesempatan untuk memberikan hak jawab.
Namun hingga saat ini, belum ada materi hak jawab yang diberikan kepada redaksi arusinfo.id. Malah pihak kepolisian memanggil kembali korban DA ke Polres Pinrang Minggu (15/10).
Sayangnya, dalam proses pemanggilan tersebut, muncul pemberitaan yang menyudutkan arusinfo.id bahwa tidak ada wartawan yang melakukan wawancara terhadap korban dan korban tidak pernah menyampaikan ada upaya dari polisi untuk mendamaikan kasus KDRT yang dialaminya.
Posisi korban kami maklumi dalam keadaan tertekan. Korban hanya ingin kasus tersebut diproses secara hukum. Namun tampaknya ada pihak yang “kebakaran jenggot” atas pemberitaan Gelagat “Cerdik” Oknum Aparat di Pinrang, yang Hendak Damaikan Kasus KDRT.”
Bahkan beredar foto wartawan datang hanya untuk mewawancarai korban di depan ruangan PPA Polres Pinrang.
Sekaligus mengonfirmasi terkait adanya pemberitaan Gelagat “Cerdik” Oknum Aparat di Pinrang, yang Hendak Damaikan Kasus KDRT.”
Sikap kami di redaksi arusinfo.id, menyesalkan sikap dari media KataRakyatnews.com tersebut. Bahwasanya hanya ingin mengejar bahwa pemberitaan di arusinfo.id tidak benar dengan melakukan wawancara korban.
Media KataRakyatnews.com sayangnya bukan fokus untuk memberitakan kasus yang dialmi oleh korban yang mendapat kekerasan oleh suaminya, justru lebih memusingkan pemberitaan dari arusinfo.id. Terkesan bahwa KataRakyatnews.com ingin agar kesan gelagat cerdik untuk damainya kasus tersebut bisa muncul ke permukaan dan menjelekkan nama arusinfo.id.
Dari pihak KataRakyatnews.com juga tak berupaya menghubungi media arusinfo.id secara berimbang untuk menanyakan apakah ada perwakilan yang mewawancari korban. Padahal kami mencantumkan kontak yang dapat dihubungi di website kami.
Selain itu, kami mendapatkan informasi bahwa pemanggilan korban ke kantor polisi tak fokus soal bagaimana perkembangan kasusnya.
Tetapi korban malah langsung diwawancarai oleh wartawan KataRakyatnews.com terkait pemberitaan Gelagat “Cerdik” Oknum Aparat di Pinrang, yang Hendak Damaikan Kasus KDRT.”
Kami ingin menegaskan, kami mendapatkan rekaman dan memastikan kehadiran dari media sehingga terbit-nya berita terkait adanya “Gelagat cerdik pihak kepolisian untuk mendamaikan kasus ini. Dengan alasan yang juga diakui korban hasil visum yang sebelumnya dilakukan korban dengan berbeda identitas antara laporan dan nama di hasil visum saat melapor tak dipermasalahkan. Namun belakangan ternyata justru dipertanyakan pihak kepolisian dan dibilang ganjil.
Selengkapnya bisa dibaca di https://arusinfo.id/gelagat-cerdik-oknum-aparat-di-pinrang-yang-hendak-damaikan-kasus-kdrt/.
Ini menjadi dasar bagi kami di redaksi arusinfo.id menduga adanya gelagat aparat untuk mendamaikan kasus KDRT. Padahal korban dengan tegas menolak berdamai dan ingin kasus ini dilanjutkan proses hukumnya.
Meskipun pada akhirnya pihak kepolisian tak mempermasalahkan lagi hasil visum yang berbeda nama ini, kami sebenarnya sudah membuka ruang melalui hak jawab agar aparat bisa secara tegas menjawab posisi kasus tersebut dan visum yang sempat dipertanyakan. Kami menyesalkan hak jawab tersebut tak digunakan.












